Showing posts with label Ibu Hamil. Show all posts
Showing posts with label Ibu Hamil. Show all posts

Thursday, April 5, 2012

Ajaib!..Bayi Ini Lahir Tanpa Darah





Seorang bayi berusia enam bulan bernama Olivia lahir tanpa darah. dengan kulit putih yang sepenuhnya pucat. Kondisi bayi yang lahir di sebuah rumah sakit di Chelmsford, Inggris ini mengundang tanya para dokter.


Tim dokter heran karena di tubuh bayi itu hanya terdapat sedikit hemoglobin, yakni zat kimia yang membawa oksigen dalam sel merah. Sementara yang ada di dalam tubuh Olivia saat ini tidak dapat digolongkan sebagai darah.
 
Menurut tim dokter, saat proses melahirkan, darah tersebut langsung mengalir kembali ke peredaran darah sang Ibu. Itu adalah peritiwa yang jarang terjadi. 
 
Setelah lahir Olivia sempat mengalami kondisi buruk karena jantung berdetak sangat lemah sehingga sulit bernafas. Beruntung dia berhasil diselamatkan dalam waktu kurang dari dua jam, berkat transfusi darurat yang mengubah kulitnya menjadi berwarna merah muda.
 
Sang Ibu yang bernama Louise Bearman sangat terkejut melihat kondisi bayinya yang tidak seperti bayi lainnya. 
"Olivia adalah bayi pertama saya. Saya tidak berharap apa-apa padanya, tapi tidak pernah terlintas dibenak saya kalau dia akan memiliki warna kulit putih yang pucat," ujar wanita yang berusia 31 tahun itu, seperti dikutip Daily Mail, Selasa (3/4/2012).
 
Bearman dan suaminya Paul Norton, teringat bahwa Olivia sempat berhenti menendang pada enam minggu sebelum dia dijadwalkan lahir. Setelah tiga hari tanpa gerakan di dalam kandungan, mereka pergi ke Broomfield Hospital di Chelmsford. 
 
Akhirnya dokter memutuskan bahwa proses melahirkan dilakukan dengan cara operasi cesar. Ternyata olivia yang lahir dengan berat kurang dari tiga kilogram ini, memiliki kadar hemoglobin dalam darahnya hanya 1 banding 6 dengan bayi normal lainnya. 
 
Proses melahirkan itu mengalami perdarahan fetomaternal (fetomaternal haemorrhage) atau pelepasan tali plasenta secara alami. Itu terjadi pada satu dari 5.000 kehamilan pada ibu, yang terkadang terjadi akibat trauma. 


Sumber:http://international.okezone.com/read/2012/04/03/214/604651/ajaib-olivia-lahir-tanpa-darah


Tuesday, March 13, 2012



 

Pengertian Teknik Menyusui Yang Benar

Teknik Menyusui Yang Benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Perinasia, 1994).



Pembentukan dan Persiapan ASI

Persiapan memberikan ASI dilakukan bersamaan dengan kehamilan. Pada kehamilan, payudara semakin padat karena retensi air, lemak serta berkembangnya kelenjar-kelenjar payudara yang dirasakan tegang dan

sakit. Bersamaan dengan membesarnya kehamilan, perkembangan dan persiapan untuk memberikan ASI makin tampak. Payudara makin besar, puting susu makin menonjol, pembuluh darah makin tampak, dan aerola mamae makin menghitam.


Persiapan memperlancar pengeluaran ASI dilaksanakan dengan jalan :

1. Membersihkan puting susu dengan air atau minyak, sehingga epitel yang lepas tidak menumpuk.

2. Puting susu ditarik-tarik setiap mandi, sehingga menonjol untuk memudahkan isapan bayi.

3. Bila puting susu belum menonjol dapat memakai pompa susu atau dengan jalan operasi.



Posisi dan perlekatan menyusui

Terdapat berbagai macam posisi menyusui. Cara menyususi yang tergolong biasa dilakukan adalah dengan duduk, berdiri atau berbaring.

Terdapat berbagai macam posisi menyusui. Cara menyususi yang tergolong biasa dilakukan adalah dengan duduk, berdiri atau berbaring.



Gambar 1. Posisi menyusui sambil berdiri yang benar (Perinasia, 1994)



Gambar 2. Posisi menyusui sambil duduk yang benar (Perinasia, 1994)



Gambar 3. Posisi menyusui sambil rebahan yang benar (Perinasia, 1994)

Ada posisi khusus yang berkaitan dengan situasi tertentu seperti ibu pasca operasi sesar. Bayi diletakkan disamping kepala ibu dengan  posisi kaki diatas. Menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara seperti

memegang bola bila disusui bersamaan, dipayudara kiri dan kanan. Pada ASI yang memancar (penuh), bayi ditengkurapkan diatas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan kepala bayi, dengan posisi ini bayi tidak tersedak.



Gambar 4. Posisi menyusui balita pada kondisi normal (Perinasia, 1994)



Gambar 5. Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar di ruang perawatan (Perinasia, 2004)



Gambar 6. Posisi menyusui bayi baru lahir yang benar di rumah (Perinasia, 2004)



Gambar 7. Posisi menyusui bayi bila ASI penuh (Perinasia, 2004)



Gambar 8. Posisi menyusui bayi kembar secara bersamaan (Perinasia, 2004)



Langkah-langkah menyusui yang benar

Cuci tangan yang bersih dengan sabun, perah sedikit ASI dan oleskan disekitar putting, duduk dan berbaring dengan santai.



Gambar 9. Cara meletakan bayi (Perinasia, 2004)



Gambar 10. Cara memegang payudara (Perinasia, 2004)



Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi sanggah seluruh tubuh bayi, jangan hanya leher dan bahunya saja, kepala dan tubuh bayi lurus, hadapkan bayi ke dada ibu, sehingga hidung bayi berhadapan dengan puting susu, dekatkan badan bayi ke badan ibu, menyetuh bibir bayi ke puting susunya dan menunggu sampai mulut bayi terbuka lebar.



Gambar 11. Cara merangsang mulut bayi (Perinasia, 2004)



Segera dekatkan bayi ke payudara sedemikian rupa sehingga bibir bawah bayi terletak di bawah puting susu.

Cara melekatkan mulut bayi dengan benar yaitu dagu menempel pada payudara ibu, mulut bayi terbuka lebar dan bibir bawah bayi membuka lebar.



Gambar 12. Perlekatan benar (Perinasia, 2004)





Gambar 13. Perlekatan salah (Perinasia, 2004)



Cara pengamatan teknik menyusui yang benar

Menyusui dengan teknik yang tidak benar dapat mengakibatkan puting susu menjadi lecet, ASI tidak keluar optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya atau bayi enggan menyusu. Apabila bayi telah

menyusui dengan benar maka akan memperlihatkan tanda-tanda sebagai berikut :

  1. Bayi tampak tenang.

  2. Badan bayi menempel pada perut ibu.

  3. Mulut bayi terbuka lebar.

  4. Dagu bayi menmpel pada payudara ibu.

  5. Sebagian areola masuk kedalam mulut bayi, areola bawah lebih banyak yang masuk.

  6. Bayi nampak menghisap kuat dengan irama perlahan.

  7. Puting susu tidak terasa nyeri.

  8. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.

  9. Kepala bayi agak menengadah.



Gambar 14. Teknik menyusui yang benar (Perinasia, 2004)



Lama dan frekuensi menyusui

Sebaiknya dalam menyusui bayi tidak dijadwal, sehingga tindakan menyusui bayi dilakukan di setiap saat bayi membutuhkan, karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhannya. Ibu harus menyusui bayinya bila

bayi menangis bukan karena sebab lain (kencing, kepanasan/kedinginan atau sekedar ingin didekap) atau ibu sudah merasa perlu menyusui bayinya. Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5-7 menit dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam. Pada awalnya, bayi tidak memiliki pola yang teratur dalam menyusui dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1 – 2 minggu kemudian.



Menyusui yang dijadwal akan berakibat kurang baik, karena isapan bayi sangat berpengaruh pada rangsangan produksi ASI selanjutnya. Dengan menyusui tanpa jadwal, sesuai kebutuhan bayi akan mencegah timbulnya masalah menyusui. Ibu yang bekerja dianjurkan agar lebih sering menyusui pada malam hari. Bila sering disusukan pada malam hari akan memicu produksi ASI.



Untuk menjaga keseimbangan besarnya kedua payudara maka sebaiknya setiap kali menyusui harus dengan kedua payudara. Pesankan kepada ibu agar berusaha menyusui sampai payudara terasa kosong, agar produksi ASI menjadi lebih baik. Setiap kali menyusui, dimulai dengan payudara yang terakhir disusukan. Selama masa menyusui sebaiknya ibu menggunakan bra yang dapat menyangga payudara, tetapi tidak terlalu ketat.



Source: http://creasoft.wordpress.com/2008/04/18/teknik-menyusui-yang-benar

Monday, March 5, 2012

Bagaimana Posisi Bayi Saat Menyusu?



Dalam minggu-minggu awal posisi menyusui yang baik sangatlah penting. Posisi menyusui yang baik dapat menjaga kesehatan puting susu, menghidarkan dari luka serta memungkinkan bayi menyusu dengan efisien. Luka pada puting ini sesungguhnya dapat dihindarkan dengan posisi menyusui yang benar.

Anda mungkin menyadari bahwa ini adalah topik yang panjang. Namun yakinlah bahwa keberhasilan menyusui telah dicapai ibu dan bayi sejak ratusan tahun lalu. Namun sesederhana apapun suatu hal, tetap dibutuhkan penjabaran untuk menggambarkannya dengan baik.


Tahapan Dasar untuk Posisi Menyusui yang Baik

  1. Posisikan diri pada keadaan nyaman, gunakan penyanggah di bagian punggung, bantal penyanggah tangan, dan penggunaan penyaggah kaki khusus atau buku telepon untuk menyamankan posisi kaki.

  2. . Posisikan bayi dekat dengan ibu, pinggul bayi menyamping (kearah badan ibu), sehingga bayi tidak menggerakkan kepalanya untuk mencapai payudara. Mulut dan hidung bayi menghadap puting ibu. Jika memungkinkan minta bantuan seseorang untuk memposisikan bayi setelah anda duduk nyaman. (Lihat Seputar Aturan Dasar”)

  3. Sanggah payudara sehingga tidak menekan dagu bayi. Dagu bayi diarahkan ke payudara. (Lihat Tehnik Menyanggah Payudara” di bawah ini)

  4. Lekatkan bayi pada payudara ibu. Bantu bayi agar mau membuka lebar mulutnya dan tarik bayi sedekat mungkin dengan menyanggah punggungnya (bukan kepalanya) sehingga dagu bayi terarah ke payudara ibu. Hidung bayi akan bersentuhan dengan payudara. Tangan ibu membentuk leher kedua/sanggahan leher untuk bayi (lihat “Apakah bayi saya pada posisi yang benar” di bawah ini)

  5. Nikmatilah! Bila anda merasa puting anda sakit, lepaskan bayi dari payudara dan posisikan kembali perlahan.

Tahapan ini mungkin harus sering diulang pada masa awal menyusui. Namun pada akhirnya anda dan bayi anda akan menemukan cara yang paling sesuai.



Seputar Aturan Dasar

Semakin berpengalaman anda dan bayi anda dalam hal menyusui, anda akan menemukan bahwa posisi menyusui dapat diubah-ubah dalam banyak cara, bahkan pada saat perpindahan menyusui ke menyusui berikutnya. Anda dapat menggunakan cara yang paling sesuai dengan anda yang terpenting anda merasa nyaman dan bayi dapat menyusui dengan baik. Cobalah beberapa posisi menyusui di bawah ini.

Ingat, penting untuk meletakkan bayi setinggi puting anda di setiap posisi manapun. Posisi bayi terlalu bersandar dapat menyebabkan bayi merasakan sakit pada punggung, leher/ketegangan pada bahu ataupun sakit / luka pada puting ibu.



Posisi Mendekap

Posisi ini sangat sering digunakan pada minggu-minggu pertama menyusui. Posisi Mendekap-Silang” memberikan ibu keleluasaan kontrol yang lebih.

Ketika menyusui bayi di pangkuan pada posisi ini, bayi harus berbaring menyamping, bersandar pada bahu dan pinggulnya serta tinggi mulut sejajar dengan putting ibu. Gunakan bantuan bantal untuk menaikkan posisi bayi dan menyanggah siku anda sehingga bayi berada posisi setinggi putting ibu, terutama di minggu-minggu awal menyusui. Sanggahlah payudara anda dengan genggaman U” atau genggaman C”. Lihat penjelasan pada Tehnik Menyanggah Payudara “ dibawah ini. Kepala bayi akan berada di lengan atas ibu dan punggungnya pada lengan dalam dan telapak tangan ibu. Pada saat menunduk anda dapat melihat bagian samping badan bayi. Sedikitnya setengah inchi bagian aerola (bagian gelap dari puting susu) payudara ibu berada dalam mulut bayi. Pastikan telinga, bahu dan pinggul bayi dalam posisi garis lurus. Layaknya bayi yang baru lahir, kepala dan pantat bayi akan berada pada posisi sejajar.



Posisi Mendekap-Silang”

Pada masa awal menyusui, banyak ibu yang menemukan variasi posisi mendekap atau dikenal dengan posisi mendekap-silang sangatlah berguna. Posisi ini menggunakan penyanggah bantal yang diletakkan di pangkuan ibu dan berfungsi menaikkan posisi badan bayi agar mencapai puting susu ibu. Bantal yang digunakan juga harus dapat menyanggah kedua siku ibu sehingga berat bayi tidak tertopang di tangan ibu, menahan berat bayi di tangan dapat menyebabkan ibu merasa lelah sebelum proses menyusui selesai.

Posisikan tangan kiri pada genggaman U” untuk menyanggah payudara pada saat menyusui di payudara kiri (lihat Tehnik Menyanggah Payudara). Jari-jari tangan kanan digunakan menyanggah bayi. Posisikan tangan anda dengan perlahan di belakang telinga dan leher bayi, letakkan ibu jari dan jari telunjuk di masing-masing belakang telinga bayi. Biarkan leher bayi bersandar pada telapak tangan antara ibu jari dan telunjuk yang membentuk lapisan leher kedua untuk bayi Telapak tangan berada pada bagian badan antara bahu bayi. Sejak awal akan menyusui bayi pastikan posisi mulut bayi dekat dengan puting susu anda. Pada saat bayi membuka mulutnya, bantulah dengan mendorongnya perlahan dengan telapak tangan anda yang berada di antara bahunya. Pastikan sedikitnya ½ inchi bagian aerola dari puting ibu berada dalam mulut bayi.

Posisi Mencekram atau Sepak bola

Posisi ini sangat baik untuk ibu yang melalui proses melahirkan secara caesar, dengan posisi ini bayi berada jauh dari luka operasi. Pada umumnya bayi sangat menyukai posisi ini. Posisi ini juga memudahkan bayi untuk bereaksi lebih baik pada saat ibu berada pada kondisi air susu mengalir karena refleks (mengalir dengan sedirinya).

Pada posisi ini, bayi berada di posisi samping ibu dengan tangan ibu menyanggah kepala bayi sementara punggung bayi berada sepanjang lengan. Anda menyanggah payudara dengan posisi genggaman C” ( Lihat Teknik Menyanggah Payudara” untuk mengetahui posisi ini lebih lanjut). Posisikan bayi menghadap anda dengan mulut bayi berada pada ketinggian yang sama dengan puting ibu. Kaki bayi berada dibawah lengan anda dengan pinggul menyamping dan kaki bayi tertumpu di sandaran punggung. Bantal penyanggah sangat membantu memposisikan bayi pada ketinggian yang diharapkan.





Posisi Tidur Menyamping

Banyak ibu yang merasakan nyaman dengan posisi berbaring saat menyusui terutama pada malam hari. Pada posisi ini, bayi dan ibu berada pada posisi berbaring saling berhadapan. Agar lebih nyaman anda dapat meletakkan bantal penyanggah di bagian punggung anada dan/atau di antara kaki/lutut anda. Sementara bantal penyanggah ataupun gulungan selimut dapat diletakkan dibelakang punggung bayi utnuk menjaga bayi tidak berguling menjauh dari anda. Anda dapat mendekap bayi anda dengan memposisikannya kepala bayi di lengan atas dan badan bayi di sepanjang lengan bawah anda. Miringkan posisi pinggul bayi, posisi telinga, bahu dan punggung bayi berada pada satu garis lurus. Pada posisi ini bayi akan lebih mudah menyusui. Beberapa ibu menemukan posisi ini sangat menolong bahkan di siang hari.







Teknik Menyanggah Payudara

Pada saat anda menyanggah bayi anda pada salah satu posisi menyusui diatas, anda juga perlu menyanggah payudara anda dengan tangan anda yang bebas. Menyanggah payudara akan memindahkan berat payudara ibu dari dagu bayi sehingga bayi lebih dapat menyususi dengan baik dan efektif.

Genggaman “C” – Lihat kembali ilustrasi posisi dekap” diatas dan perhatikan gambar disamping ini. Sanggah payudara anda dengan posisi ibu jari di bagian atas tepat di belakan aerola (kulit gelap di sekitar puting) dan jari lainnya di bagian bawah payudara. Posisikan jari-jari tersebut tepat di belakang mulut bayi .Genggaman ini dapat digunakan dan membantu pada saat menyusui baik untuk posisi mencekram/sepak bola maupun posisi dekapan.

Genggaman “U” Letakkan jari jari anda pada posisi paralel/sejajar pada rusuk di bawah payudara, jari telunjuk anda berada disekeliling bawah payudara. Jatuhkan siku anda sehingga paudara sepenuhnya tersanggah diantara ibu jari dan jari telunjuk. Ibu jari berada di bagian luar payudara sedangkan ibu jari di dalam daerah payudara. Genggaman ini dapat digunakan dan membantu pada saat menyusui dengan posisi dekapan ataupun posisi dekapan-silang.

Benarkah Posisi Menyusu Bayi Saya ?

Pada saat akan menyusui, dekatkan atau tempelkan puting anda pada bibir bawah bayi. Hal ini mebantu untuk membujuk bayi mau membuka lebar mulutnya (seperti sedang menguap) untuk Pelan-pelan posisikan puting anda ke dalam mulut bayi ke arah langit-langit mulutnya, kemudian dekatkan bayi ke anda dengan posisi dagu menempel.

Tanda-tanda bayi pada posisi menyusui yang benar :

  • Hidung bayi anda hampir menyentuh payudara anda

  • kedua bibirnya terdorong terlipat keluar

  • sedikitnya sekitar 1/2 inchi bagian aerola anda berada dalam mulut bayi

Apabila anda merasakan tidak nyaman atau sakit pada saat menyusui, letakkan perlahan jari anda dalam mulut bayi, diantara gusinya, untuk melepaskan bayi dari payudara kemudian coba posisikan kembali.

Bayi yang disodorkan payudara ibu akan menghisap tannpa proses menelan ketika ia memposisikan puting ibu dalam mulutnya seakan memberikan tanda bahwa bayi siap menerima tetesan air susu ibu. Kemudian pada saat bayi mulai mendapatkan air susu, anda akan melihat dagu bayi bergerak ke arah telinganya. Begitu juga area disekeliling dahinya akan bergerak-gerak. Anda juga akan mendengar bayi menelan air susu, agak cepat di awal, kemudian melambat seiring dangan hilangnya rasa haus/laparnya.



Sumber : http://www.llli.org/llleaderweb/LV/LVAugSep00p63.html

Beberapa posisi menyusui yang benar



Posisi menyusui


Setelah ibu muda mengetahui hal-hal penting yang berkaitan dengan perispan menyusui, ada baiknya kita tahu, bagaimana posisi menyusui yang benar. Tentunya, posisi menyusui sangat menentukan bagi kenyamanan bayi dan ibu sendiri. Apakah harus selalu menyusui dalam posisi berbaring? Tidak. Kita harus membiasakan bayi bisa menyusu dalam keadaan apapun. Baik kita tidur di rumah, berdiri, duduk, atau bahkan saat kita sedang berada di atas kendaraan.



1. The cradle. Posisi ini sangat baik untuk bayi yang baru lahir. Bagaimana caranya? Pastikan punggung Anda benar-benar mendukung untuk posisi ini. Jaga bayi di perut Anda, sampai kulitnya dan kulit Anda saling bersentuhan. Biarkan tubuhnya menghadap ke arah Anda, dan letakkan kepalanya pada siku Anda.



2. The cross cradle hold. Satu lengan mendukung tubuh bayi dan yang lain mendukung kepala, mirip dengan posisi dudukan tetapi Anda akan memiliki kontrol lebih besar atas kepala bayi. Posisi menyusui ini bagus untuk bayi prematur atau ibu dengan puting payudara kecil.



3. The football hold. Caranya, pegang bayi di samping Anda dengan kaki di belakang Anda dan bayi terselip di bawah lengan Anda, seolah-olah Anda sedang memegang bola kaki. Ini adalah posisi terbaik untuk ibu yang melahirkan dengan operasi caesar atau untuk ibu-ibu dengan payudara besar. Tapi, Anda butuh bantal untuk menopang bayi.



4. Saddle hold. Ini merupakan cara yang menyenangkan untuk menyusui dalam posisi duduk. Ini juga bekerja dengan baik jika bayi Anda memiliki pilek atau sakit telinga. Caranya, bayi Anda duduk tegak dengan kaki mengangkangi Anda sendiri.



5. The lying position. Menyusui dengan berbaring akan memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk bersantai dan juga untuk tidur lebih banyak pada malam hari. Anda bisa tidur saat bayi menyusu. Dukung punggung dan kepala bayi dengan bantal. Pastikan bahwa perut bayi menyentuh Anda.



sumber

Tuesday, January 3, 2012

Olah raga untuk ibu hamil agar jantung bayi sehat

img



Jakarta, Melakukan olahraga saat hamil diketahui baik untuk kesehatan sang ibu. Tapi hal ini ternyata juga bedampak baik pada janin yang dikandungnya, yaitu meningkatkan kesehatan jantung bayi.

Dalam penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa olahraga pada trimester pertama atau saat plasenta terbentuk akan membantu membentuk pembuluh darah ekstra sehingga ada kesempatan lebih banyak terjadinya pertukaran nutrisi antara ibu dan bayi. Selain itu olahraga juga membantu mencegah kelebihan berat badan pada janin.



Berdasarkan hasil studi tersebut, Linda May seorang exercise physiologist and anatomist di Kansas City University of Medicine and Biosciences melakukan studi untuk melihat manfaat lebih lanjut dari berolahraga saat hamil.



May dan rekan-rekannya mengumpulkan pengukuran noninvasif jantung dari 66 janin saat usia kehamilan ibunya mencapai 28, 32 dan 36 minggu. Beberapa ibu melakukan kegiatan aerobik selama 30 menit setidaknya 3 kali seminggu, sedangkan yang lainnya tidak berolahraga.



Peneliti kemudian menilai detak jantung janin dan variabilitas (rentang antar detak jantung). Tingkat variabilitas merupakan indikasi dari kesehatan jantung yang berhubungan dengan faktor kesehatan secara menyeluruh. Orang dengan variabilitas meningkat menunjukkan kerja jantung yang lebih efisien.



Pada minggu 32 kehamilan, para peneliti melihat adanya perubahan dalam respons jantung pada janin dari ibu yang berolahraga. Dan pada minggu ke-36 May mencatat perubahan yang signifkan dan besar yaitu detak jantung lebih rendah serta variabilitas detak jantung meningkat.



“Meskipun ibu hamil hanya melakukan sedikit latihan, hal itu tetap akan memberikan keuntungan. Tapi jika ia melakukan olahraga lebih, itu akan memberikan keuntungan yang lebih pula,” ujar May, seperti dikutip dari Healthland.Time, Senin (18/4/2011).



May menuturkan bahkan proses pendinginan (tahap akhir dari olahraga) bisa memberikan manfaat hingga sang bayi lahir. Tapi tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan ibu hamil sebelum berolahraga agar tetap aman.

“Ini merupakan hasil yang kita lihat secara nyata, dan olahraga saat hamil bisa membantu memberikan bayi jantung yang sehat,” ungkap May.





sumber: http://musimedical.wordpress.com/2011/04/19/olahraga-saat-hamil-baik-untuk-kesehatan-jantung-bayi/

Monday, December 19, 2011

Tips Ibu Hamil

Ngomong-ngomong soal kehamilan tentunya banyak sekali cerita dan pengalaman yang berbeda-beda, mulai dari bumil muda yang mual muntah bahkan sampai bumil yang tidak mengalami mual dan muntah sama sekali, tetapi dari kutipan diatas ada hal-hal yang harus diperhatikan mulai dari pola hidup, pola makan dan masih banyak lagi,,, disini akan mencuplik sedikit tentang kesehatan pada saat hamil:
 A. Pola Makan

  1. Makanan yang dimakan ibu hamil itu terbatas, apalagi kalau hamil muda, hindari makanan-makanan yang terlalu berminyak.

  2. Minum susu yang cukup untuk kebutuhan kalsium anak, dimana jika si bayi kekurangan kalsium imbasnya juga bisa dirasakan sang ibu, karena bayi akan mengambil cadangan kalsium dan vitamin-vitamin yang lain dari ibu. Kalau tidak suka susu bisa diganti dengan es krim yang low fat dan high calcium.

  3. Menghindari makan buah-buahan yang panas seperti nanas, durian, nangka, tape, karena akan menyebabkan keguguran.

  4. Perbanyak makan sayur.

 B. Pola Hidup
  1. Jangan sampai kecapekan

  2. Perbanyak istirahat

  3. Jangan sampai stress

  4. Mengikuti senam bumil

  5. Dukungan besar dari suami

 C. Hal-hal yang harus diperhatikan bumil
  1. Makanan dan Minuman

Jangan mengkonsumsi daging mentah, daging ayam serta telor yang dimasak kurang matang karena mengandung toksoplasma, salmonella dan Ecoli.
  1. Mencuci sayuran dengan baik

  2. Hindari makanan yang mengandung mercuri

  3. Hindari minuman yang mengandung alcohol dan kafein

  4. Minum susu yang sudah dipresteurisasi untuk menghindari bakteri listeria penyebab keguguran, lahir prematur dan keracunan dalam darah.

  5. Jangan diet selama hamil

  6. Makan dengan porsi sedikit tapi sering

  7. Cukup minum air

  8. Minum vitamin ibu hamil dan penambah darah secara teratur

  9. Banyak makanan berserat untuk menghindari sembelit

  10. Menjaga kebersihan badan

  11. Istirahat yang cukup

  12. Jangan stress

  13. Olah raga yang cukup untuk melancarkan peredaran darah, misalnya dengan jalan kaki.

  14. Periksakan kandungan ke bidan/tenaga medis yang bersangkutan secara teratur.

Thursday, December 1, 2011

Perkembangan Indera Penglihatan si Kecil



Mata adalah jendela untuk melihat dunia. Untuk dapat melihat sempurna, bayi anda harus melewati beberapa tahapan perkembangan indera penglihatannya. Sebagai orangtua merupakan tugas anda untuk memperhatikan perkembangan indera penglihatan mereka agar anda bisa cepat tanggap jika terjadi kelainan atau keterlambatan perkembangan indera penglihatannya. Berikut beberapa tahapan perkembangan indera penglihatan yang dilalui bayi anda.



Saat lahir

Ketika baru dilahirkan pupil mata bayi anda akan menyesuaikan dengan cahaya yang menghampirinya. Pada tahap awal ini, jarak pandangnya hanya sekitar 20-25 cm. Kedua matanya juga belum mampu terfokus secara bersamaan. Jika melihat suatu objek, bayi anda akan mengikuti kemana objek yang dilihatnya tersebut bergerak.



Satu bulan

Di usia satu bulan bayi sudah mulai mengenali wajahnya.



Dua bulan

Di usia ini mata bayi anda sudah bisa terfokus secara bersamaan. Ia bisa melihat ujung dan sudut benda-benda.



Tiga bulan

usia tiga bulan bayi anda sudah bisa melihat jarak jauh.



Empat bulan

Memasuki usia empat bulan, bayi anda sudah bisa mengenali benda-benda dan kerabat dekat. Ia juga sudah bisa melihat tangannya.



Enam bulan

Di usia enam bulan koordinasi mata dan tangan bayi anda sudah baik, ia sudah bisa menepuk bayangannya di cermin. Ia mulai mengerti bahwa sebuah benda itu sama dilihat dari segala sudut. Ia juga sudah mulai mencari benda yang dijatuhkannya, bukan hanya sesuatu yang bisa dilihatnya.



Tujuh bulan

Bayi anda mulai bisa memperhatikan benda-benda kecil saat memasuki usia tujuh bulan.



Delapan bulan

Di usia delapan bulan, bayi anda sudah bisa memperkirakan kedalaman suatu benda atau ruang.



Sebelas bulan

Memasuki usia sebelas bulan, bayi anda mulai dapat melihat benda-benda yang bergerak cepat.



Dua belas bulan

Saat usia bayi anda memasuki dua belas bulan atau satu tahun adalah saat dimana ia sudah bisa melihat sebaik anda. Ia juga sudah bisa mencari sesuatu yang baru saja dilihatnya.







( Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9702888 )